Mengapa Islam Menolak Valentine?

“Valentine” menjadi istilah yang akrab dan populer disebutkan untuk momentum 14 Februari. Momentum ini menyimpan nilai tersendiri bagi mereka yang merayakannya. Sehingga tak jarang 14 Februari diaktualisasikan sebagai sebuah perayaan khusus disetiap tahunnya. Dimulai dengan mengemas sebuah kado istimewa, melayangkan ucapan “happy Valentine”, hingga mengadakan perayaan besar bak sebuah resepsi pernikahan. Hal ini dinilai wajar untuk sebuah momentum yang “diistimewakan”.

Namun demikian, kewajaran perayaan Valentine menjadi polemik, bahkan mengundang perbincangan hangat, saat Islam turut ambil bagian untuk mengistimewakan perayaan ini. Valentine yang diyakini sebagai budaya yang lahir dari agama Kristen telah melibatkan sebahagian besar remaja Islam untuk merayakannya. Hal ini dinilai salah sehingga melahirkan klaim “haram” bagi umat Islam yang merayakannya.

Ironisnya, fatwa “haram” untuk perayaan Valentine bagi umat Islam, tidak malah menjadikan pemeluk Islam (khususnya remaja) meninggalkan budaya perayaan Valentine ini, akan tetapi sebaliknya, perayaan tersebut justru mendarah daging dan “membumi” dalam masyarakat Islam pada umumnya. Apakah dikarenakan doktrin tersebut merupakan sebuah “ijtihad” baru yang kurang memiliki kejelasan hukum sebagaimana persoalan kehidupan lainnya, jelasnya fatwa “haram” terhadap perayaan Valentine agaknya kurang memiliki “makna generik” yang pada akhirnya menjadikan fatwa tersebut kurang diindahkan.

Kesamaran Sejarah Valentine
Berbeda dengan hari besar lain semisal 25 Desember sebagai hari natal, atau 12 Rabiul Awal yang merupakan hari kelahiran Muhammad SAW, 14 Februari sesungguhnya memiliki “kesamaran sejarah” sebagai sebuah hari besar. Kebanyakan orang menyebut hari ini sebagai hari “kasih sayang”, namun tidak ada landasan yang kongkrit dan argumentatif untuk menyanggah kebenarannya.

Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), istilah Valentine yang disadur dari nama “Valentinus” paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yaitu: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna, dan seorang martir di Provinsi Romawi Africa. Koneksi antara tiga martir ini terhadap perayaan hari kasih sayang tidak memiliki catatan sejarah yang jelas. Bahkan Paus Gelasius II pada tahun 496 M menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada hal yang diketahui dari ketiga martir ini. 14 Februari dirayakan sebagai peringatan santa Valentinus sebagai upaya mengungguli hari raya Lupercalica (dewa kesuburan) yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa jenazah santo Hyppolytus yang diidentifikasi sebagai jenazah santo Valentinus diletakkan kedalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whiterfiar Street Carmelite Churc di Dublin Irlandia oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836. Sejak itu, banyak wisatawan yang berziarah ke gereja ini pada tanggal 14 Februari. Pada tanggal tersebut sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.

Catatan pertama dikaitkannya hari besar santo dengan kasih sayang dimulai sejak abad ke-14 di Inggris dan Prrancis, dimana diyakini bahwa 14 Februari merupakan hari ketika burung mencari pasangan hidupnya. Keyakinan ini ditulis dalam karya sastrawan Inggris abad ke-14 bernama Geoffery Chaucer. Dalam karya tersebut dia menuliskan: “…for this was sent on seynt valentyne’s day,…when every foul cometh ther to chosehis matc (inilah yang dikirim pada hari santo Valentinus,…saat semua burung datang kesana untuk memilih pasangannya)”.

Sumber lain dari sebuah kartu Valentine abad ke-14 yang konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London menceritakan beberapa legenda santo Valentinus, diantaranya mencatat bahwa: sore hari sebelum Valentinus gugur sebagai syuhada, ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikan kepada sipir penjaranya bertuliskan “dari Valentinus”. Konon ketika itu serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka. Itu sebabnya pada zaman tersebut para pasangan yang tengah menjalin cinta lazim bertukar catatan dan memanggil pasangannya sebagai “Valentine”.

Aktualisasi Perayaan Valentine
Sekelumit catatan “sejarah samar” latar belakang perayaan Valentine yang dipaparkan diatas sesungguhnya masih belum cukup beralasan untuk mengaitkan 14 Februari dengan hari kasih sayang. Anehnya, sampai hari ini aktualisasi perayaan Valentine semakin tumbuh subur dan berkembang pesat seperti pertumbuhan jamur di musim hujan. Padahal, tanpa disadari perayaan ini telah dihapus dari kalender gereja sejak tahun 1969 sebagai sebuah upaya menghilangkan keyakinan terhadap santo-santa yang asal mula sejarahnya hanya sebatas legenda dan masih perlu dipertanyakan.

Aktualisasi perayaan Valentine yang semakin subur ini dapat dilihat dibeberapa wilayah dunia yang turut menyisihkan waktu untuk merayakannya. Seperti di Jepang, hari Valentine, berkat marketing besar-besaran, sebagai hari dimana para wanita memberikan pria yang mereka senangi permen coklat. Ini tidak dilakukan secara sukarela, melainkan sebagai sebuah kewajiban, khususnya bagi mereka yang bekerja di Kantor. Dengan sedikit penambahan ciri khas, Thaiwan juga mengaktualisasikan perayaan Valentine semacam ini.

Di Prancis perayaan Valentine dimeriahkan dengan pesta kembang api, sementara di Australia para remaja biasa kumpul disepanjang jalan bersama teman-teman dan pasangan mereka untuk merayakan Valentine. Pada saat yang sama, Valentine dikecam oleh orang Melayu di Malaysia. Dan tanpa disadari pula, budaya bertukaran kado Valentine antara sepasang kekaasih pada tanggal 14 Februari mulai muncul di Indonesia.

Islam dan Argumentasi Penolakan Valentine.
Dari berbagai macam warna dan bentuk aktualisasi perayaan Valentine diseluruh penjuru dunia, Islam justru hadir sebagai institusi yang menolak perayaan Valentine tersebut. Arab Saudi misalnya, sebagai wilayah yang dianggap kiblat muslim diseluruh dunia, telah mengharamkan Valentine bagi umat Islam karena dinilai sebagai perayaan kaum Kristen yang penuh kekufuran. Padahal dengan alasan yang tidak jelas, umat Islam di Indonesia (pada umumnya) sebagai negara pemeluk Islam terbanyak di dunia, telah menjadikan Valentine sebagai bahagian yang mesti dirayakan setiap tahunnya (khususnya bagi para remaja).

Barangkali ada benarnya “falsafah konyol” yang menyebutkan “hukum dibuat untuk dilanggar”, sehingga dengan serta merta Valentine yang telah di klaim “haram” bagi pemeluk Islam begitu leluasa mengakrabkan diri . Agaknya syariat kurang berlaku dalam tataran ini. Atau justru syariat memang tak lebih dari seperangkat aturan yang terikat ruang dan waktu, serta terkungkung keadaan tertentu, sehingga perayaan Valentine boleh jadi “berganti wajah” dalam perspektif hukum Islam sesuai dengan keadaannya. Sebagaimana pembelaan pemikir rasional, bahwa tidak ada statement yang qathi (jelas) didalam al-Qur’an maupun hadits terhadap pelarangan perayaan Valentine, sekalipun itu budaya yang tidak lahir dari Islam itu sendiri.

Melihat kenyataan bahwa perayaan Valentine semakin subur ditengah masyarakat Islam (Indonesia khusunya), agaknya syariat memang perlu menghadirkan sebuah argumentasi baru yang lebih memiliki makna generik serta terlepas dari sikap eksklusif yang menekankan prinsip bahwa Valentine lahir dari ajaran Kristen. Dengan kata lain, sungguhpun tidak ditemukan literatur lain selain literatur Kristen yang mampu menghantarkan sejarah Valentine, dan hal ini menandakan bahwa Valentine tidak dapat dibantah sebagai budaya yang datang dari ajaran Kristen, tetap saja ada nilai eksklusif yang akan lahir jika Islam menolak perayaan tersebut dengan alasan ini.

Barangkali, alasan yang lebih rasional dan universal untuk menolak perayaan Valentine bagi umat Islam adalah dengan mengajukan pertanyaan: untuk apa Valentine dirayakan?; cukup beralasankah 14 Februari dideklarasikan sebagai hari kasih sayang?. Maka pertanyaan ini dengan sendirinya akan menghadirkan jawaban bahwa Valentine tidak lain diperingati untuk mengenang santo Valentinus yang hanya ada dalam kayakinan Kristen. Oleh karenanya, kurang tepat jika Valentine dirayakan umat Islam dengan alasan turut merayakan hari kasih sayang. Padahal, Kristen sendri sebagai institusi yang memulai propaganda perayaan tersebut, pernah menghapuskan penanggalan ini dari kalender gereja dengan alasan sejarah yang tidak jelas. Naif sekali jika umat Islam yang notabenenya “ikut-ilutan” justru menjadi vigur yang paling “getol” merayakan Valentine tersebut.

Penutup.
Di Jepang Valentine dirayakan sebagai propaganda marketting secara besar-besaran. Orang Prancis dan Australia mungkin punya alasan sendiri untuk merayakan Valentine. Tapi yang sulit dimengerti adalah si “Fulan” penduduk asli Indonesia, dengan biaya yang cukup mahal turut mengemas kado istimewa untuk dipersembahkan kepada kekasihnya di tanggal 14 Februari. Apakah si “Fulan” juga punya alasan merayakan Valentine, atau justru menjadi korban ikut-ikutan?.

Tulisan sederhana ini kiranya dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca untuk lebih memahami makna perayaan 14 Februari sebagai hari Valentine. Mungkinkah perayaan tersebut akan semakin membudaya dalam lingkungan Islam akibat kebutaan sejarah, atau justru umat Islam akan semakin sadar bahwa mereka tidak punya alasan yang jelas untuk ikut merayakan Valentine?. Wallahu a’lam.

*Penulis adalah kontributor pada komunitas penulis lepas di http://www.penulislepas.com, pembina Jaringan Intelektual Muda Islam Studi Center, dan mahasiswa prog. Komunikasi Penyiaran Islam Fak. Dakwah IAIN Sumatera Utara.

Penulis dapat dihubungi di: eko_marhaendy@yahoo.co.id,

45 thoughts on “Mengapa Islam Menolak Valentine?

  1. heru mengatakan:

    kebanyakan anak remaja merayakan dengan maksiat

  2. Andi isrofik mengatakan:

    satuju…satuju, tidak ada alasan buat umat islam.jangan ikut2an deh.yang memperingati berarti sayangnya cuman tanggal 14 februari doank…….ya gak….kekekekekek.. bercanda kok….

  3. Aditya Pratama mengatakan:

    Alhamdulillah…
    Baru tahun ini saya benar2 mengetahui tentang valentine yang sebenarnya
    Hampir saja saya ikut terjerembab di dalamnya
    Dan Insy, kekhufuran ini tidak akan merajalela khususnya untuk kaum muslim di Indonesia…
    Semoga kita selalu dilindungi-Nya
    Amin…

  4. ibnu mengatakan:

    Saat tiba Hari Valentine tak banyak yag ku perbuat selain menulis, menulis dan menulis. Hingga terangkailah untanyan kata-kata tak beraturan.

    Meski tak ada dodol. Anpao apalagi. Namun, cukup puas bagiku. Inilah pemaknaan hari kasih sayang. Selengkapnya…..

  5. salman nasution mengatakan:

    malaikat pasti menanyakan tentang ketuhanan.
    ma rabbuka?
    bukannya
    kenapa kamu ikutan valentin?

  6. M@RtH@ KuRnI@ mengatakan:

    Ya memang benar,mungkin hari kasih sayang bukan hanya pada tanggal 14 febuari saja,tapi bagi kebanyakan remaja saat ini dan mungkin aq juga yang telah ikut dalam perayaan ini sebenarnya hanya untuk menyenangkan pasangan q saja & pada kesempatan kali ini aq bisa mengungkapkan rasa sayang yang mungkin aq tidak bisa mengatakannya di hari2 biasa.Tapi trim’s atas masukannya

  7. durro mengatakan:

    kebnayakan orang tidak mengeerti apa kasih kasayang itu

  8. rindra mengatakan:

    Barangsiapa yang menyerupai satu satu kaum, maka dia telah tergolong (agama) kaum itu”. HR Ahmad, Abu Daud dan at Tabrani. Menurut keterangan al-Hafiz al-Iraqi dalam (تخريج الاحياء) bahwa sanad hadits ini sahih.

    Semoga hadist tersebut dapat mendukung langkah kita untuk menjauhi perbuatan yang haram dan mendekatkan kita kepada Sang Maha Penyayang

  9. lilmessenger mengatakan:

    ==>”Barang siapa mengikuti suatu kaum maka dia termasuk kaum terebut”
    ==>”Dan Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui ilmunya”

  10. Nie_tha mengatakan:

    Alhamdulillah…
    Makasih banyak ya, dah dengan berani dan cerdas nulis artikel seperti ni…
    Banyak banget lo tmen2 qta yang belum pada tau, ikut-ikutan valentine cuma karena sedang ngetrend…
    Skali lagi makasih bwat pemikiran kritisnya, tulis lagi yang laen ya…^^

  11. aryu mengatakan:

    good article! Thx a lot

  12. valentinus david mengatakan:

    mungkin banyak orang tidak merayakan hari valentin….
    begitu jg saya…
    saya tidak merayakan bkn karena tidak menyetujui adanya hari valentin…
    SAYA BAHKAN SANGAT SETUJU….
    tetapi menurut saya hari kasih sayang sudah saya terima dari dulu sampai sekarang….bukan juga berarti saya tidak suka tentang siapa???? dari mana??? dan mengapa valentin dirayakan dan yang menjadi backgraund adalah santo valentinus….
    tapi kasih sayang sudah ada dan tetap ada….
    bnk orang tidak suka dengan santo valentinus karena latar belakang atau apalah yang dirasa itu tidak baik….
    tetapi…
    coba lihat kembali apakah latar belakang dan tingkahlakumu dapat dipastikan baik adanya……

  13. faizalthaf mengatakan:

    valentine? hari maksyiat kalleeeeeeeeeeee………

  14. Laksamana guntur mengatakan:

    Sip..
    Smua 2 bner…
    Qt sbg umat islam g leh ikut”n trdsi umat laen..
    Dlam islam kan hram..
    Thnks bgd ataz smua informasi’y..
    Ni pnting bgd bg qta sbg umat muslim..^_^

  15. elsa arun setyani mengatakan:

    good bgt!!!!!!!!
    ak s7bgt…..
    rasa ksih syang g cma da di hari valentine aj….
    stiap hari ja qta hrs sling syng menyayangi k smua makhluk hidp di dunia ni…..

    lagian ngpn cih qta ngrayain valentine????
    ngabz2n duit ja…
    mndng bwt mkn ndri?biar perut kenyang…he,he,he ^_^

  16. ira agustina mengatakan:

    yuppsss btul bgt,
    hari valentine ga harus dirayain besar2n x
    kan hari2 biasa qta bisa ngungkapn sayang..ga hrs pas valentine aj,,,,,,,,,,,,

  17. Ahmad suhaemi mengatakan:

    Fuck…to vaLentine day’s.

    SoaLnya buang2 duit doang,nambah dosa puLa.mendingan duitnYa buat beramaL. Ya ga…!!

  18. eicha mengatakan:

    aqw sendiri jg g setuju sich perayaan valentine…

    pi? lo sekedar menghormati itu bleh g yaa…

    coz lo di skul tuch,,,
    pasti pd tukeran coklat gtu,,, ntar lo ga ikut gmn gitu,,,

    truz nich guwa mw tanya nich,,,
    lo umat islam kan emang ga bleh ngrayain valentine,,,
    pi? lo paz hari valentine Qta dapat coklat tuch gmn yaa,,,
    lo ditrima dosa ga ya….

    kasih tau dunx jawsab na…

    aqw tunggu,,,

  19. Queen_Imudh mengatakan:

    Bguuss , , ,

  20. RhaRaAa mengatakan:

    KaLo di kasi hadiah pas hari Valentine seeh NggaK pa2.. Yg PeNTiNG NiaTNya BuKaN unTuK meRaYaiN HaRi VaLeNTiNe,,

    ””^_^

  21. mul mengatakan:

    wak pikir penulis hanya mengutip dari apa yang sudah ada, bukannya melalui suatu riset atau penelitian yg penulis lakukan sendiri dan ini amat menyedihkan ketika dijadikan sebuah kesimpulan atas nama penulis sendiri…

  22. HeLdHAaaaa mengatakan:

    Gne Ya YaR LbiH JlaZzz Lgi..

    Kow TaO Kuq DlaM IsLaM Tu MaNk Ga LeH NgeRaYaiN VaLeNTiNe..

    Tpi Pha KaLiaN Tu Ga NgaRgaI PerJuaNgaN “SaNtO VeLeNtiNus”

    BaYanGiN Za Dy NikaHKaN OraNg YaNg SlinG MeNCinTai, Apa SalaH ??????????
    KaRNa Pda SaT Tu KeRaJaaN “CLauDiuS II” TdaK MenGiJanKaN Pria DaN WaNiTa MniKa,ByaNgiN za Law Qta BraDa DlaM Msa Itu DaN QTa RaNg YaNg SaLiNg MeNcinTai ITu DaN “SaNTo VaLeNTiNe “YaNg Bae Itu MniKaH KaN Kta Pha Bsa Qta Ga NgarGai PerJuanGaN Dy,????

    “RENUNGKAN MANnn”

    Law Kow PriBaDi nGeRaYaiN ValeNtiNe Itu

    Ya Itu NgaRgaI PerJuaNgGaN SaNtO VaLeNTiNe ITu Tdi
    BkaN KaRna Pa”…!!!

    StuJu Ga Ma PeNdPaT Gw..

  23. stacey mengatakan:

    saya stju ama coment dr mul…. kalo bg saya, hari apa aja kt tetep hrs syg ama org2 terdekat kita terutama ortu n saudara2 kt gak hnya pasangan kt, gak usah berkiblat pd sejarah, latarblkg agama lain,jadinya kita membenci hari kasih sayang..apasalahnya kita tetapkan satu hari untuk semakin mengingatkan kita untuk mengasihi sesama kita…jangan yang di kembangkan yang buruk2 nya saja ,,nilai positif nya jg ada kok. berkumpul dgn keluarga mengungkapkan kasih sayang kita kpda mama,papa kakak, adik kita.. lebih ke kekeluargaan aja… gak hanya dgn pacar ngerayain kasih sayang JANGAN SAMPAI OR JANGAN SEKALI2 dgn freesex,or perbuAtan maksiat lainnya,,AGAMA manapun melarang kalo seseorang tdk menjaga kesuciannya, kalo memang negara lain merayakan dgn cara yg tdk benar , ya KITA NEGARA INDONESIA BISA MERAYAKAN DENGAN CARA YANG BENAR SESUAI DENGAN NILAI2 TRADISI DAN BUDAYA KITA. jgn mengikuti negara lain spti di eropa..mari kita ciptakan sendiri hari kasih sayang versi indonesia yang lebih bermakna dgn mengasihi sesama.

  24. stacey mengatakan:

    KITA GANTI AJA NAMANYA JANGAN VALENTINE, SEBUT SAJA HARI KASIH SAYANG, SEPERTI DI AMRIK KAN ADA TRADISI SALING MENYAYANGI ANTAR KELUARGA YAITU THANKS GIVING, KITA DI INDONESIA JADIKAN AJA 14 FEBR ITU HARI KASIH SAYANG NYA INDONESIA…..POSITIFFFF KAN…. gak perlu di buat buat asal muasal…krn kita semua mmg butuh kasih sayang

  25. Mukhlis mengatakan:

    kak eko, klq mau bicara banyak melalui internet ne Mail ku, jangan lupa, klq ada diskusi melalui facebook pun aq udah aktif, oke kapan kita jumpa,

  26. H. Rizal mengatakan:

    Bagi sebagian kecil umat islam yang meng-elukan hari valentine jelas suatu kebodohan yang nyata tidak berilmu. Syirik hukumnya. Santo Valentine sekarang jelas di azab ALLAH SWT. Apakah kaum muda Islam bangga merayakan kematian Santo Valentine? Dunia makin dekat kiamat melihat generasi muda Islam merayakan orang sudah mati.

    • Fitri Andanaputri mengatakan:

      Jahat amat santo kena azab… Kayaknya santo itu orang baik… Kok bisa sih orang baik kena azab… Emang cuma islam yang bisa masuk surga…. Klo islam tapi jahat emang masuk surga… Kalo non muslim tp baik ga bisa masuk surga gitu…. Kok agak curang yaaaaa…. Aneh” gimana gitu…

  27. Joudin mengatakan:

    Mantap mas. aku setuju

  28. dhea mengatakan:

    tlng dong di tulis keharaman nya dengan jelas
    tksz yah

  29. RuTh mengatakan:

    Seep Maz,, tulisanx bagus bgt..

    Saia setuju xlo perayaan Valentine tu gag boleh,, cz dlm islam emang gag diajarkan bgitu,,
    mendingan ngerayain Maulid Nabi Muhammad SAW..

    Semuga Qta smw umat muslim slalu dlm lindungan-Nya.
    Amin.. ^^

  30. riesyano mengatakan:

    iya bener.2 sekali tuh saya sngat stuju dngan smua ap yg tlah di ucapkan,,terima ksih ya atas infonya…

  31. gandenz mengatakan:

    kebanyakan kan remaja psti ngerayain valentine cuma dgn maksiat aja.. alesannya ngungkapin kasih sayang. gk lain lg itu semua krn kta ikut2an.. terpengaruh budaya yg bukan budaya kita. kalau pemerintah bisa menghapus perayaan valentine di indonesia kayaknya di hapus aja deh… soalnya kita itu cuma korban ikut2an yang gak jelas.. bukan budaya kita.

    • jeri mengatakan:

      mau ngehapus valentine? emangsih indonesia negara dengan umat muslim terbanyak didunia tapi kita bukan negara islam kita memiliki banyak ragam agama jadi kita juga harus menghargai yang lain juga

  32. efihe riefhiewidhy mengatakan:

    keyeeen abiees deech ?
    semogaa jhaa remajaa islaam indonesiaa ituu ngertii apa arti valentine yg sbenarnyaaa

  33. tiara mengatakan:

    iy, bner. tapi jgn lupa sling menghormatinya🙂
    kalau islam mengharamkan valentine, gpp. tapi bagi orang yang tidak mengharamkannya gmn? so,ga bsa asal menghapus hari bersejarah itu dari ngara kita donk.🙂

  34. jeri mengatakan:

    bener sih bila kita menyerupai suatu kaum maka kita bagian kaum itu , tapi seperi yangsudah disebutkan gereja aja udah menghapus valentine dari daftar kalendernya jadi bukan lagi budaya kristen donk , lagi pula islam juga mengajarkan kasih sayang , kenapa kita tak merayakan valentine sebegai saat dimana kita bisa mengungkapkan kasih sayang kita pada seseorang bisa ayah atau ibu, jadi selama kita melakukan hal pisitif saat vilentine , menurut ane valentine bagus-bagusaja kok

  35. ocid mengatakan:

    hari valentine sudah dekat. sbgai seorang muslim apa yg harus kita lakukakn?

  36. ilham mengatakan:

    Ȋȋ̊γ̲̣̣̥ÿ̲̣̣̣̥a̶a̶a̶a̶a̶﹏.̶̶̶.̶̶̶.̶̶̶.̶̶̶.̶̶̶.̶̶̶.̶̶̶.̶̶̶.̶̶̶ valentin tidak pantas untuk islam karna valentin adalah punya Oяα̲̅πğ kresten

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: