Menggagas Mekanisme Recall sebagai Hak Konstituen dalam Sistem Pemilu di Indonesia

Tulisan ini merupakan refleksi pasca pelaksanaan seleksi wawancara Bacaleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) gelombang ketiga pada tanggal 19 Nopember 2017 lalu; saya sendiri merupakan satu di antara banyak peserta yang mengikutinya. Berangkat dari tradisi politik yang telah “menciptakan jarak” antara pemilik suara dengan para wakilnya di Parlemen, saya mendorong penerapan mekanisme recall sebagai hak konstituen pada seleksi tersebut.

Lanjutkan membaca “Menggagas Mekanisme Recall sebagai Hak Konstituen dalam Sistem Pemilu di Indonesia”

Pribumi dan Doktrin Anti “Aseng” yang Menyesatkan

Kata “Aseng” kelihatannya telah menjadi terminologi baru di Indonesia; prejudice untuk merujuk saudara-saudara dari kalangan Tionghoa. Jelas bertendensi negatif; sebab sangat sulit—jika bukan tidak satupun—ditemukan narasi positif dalam penggunaan terminologi itu.

Lanjutkan membaca “Pribumi dan Doktrin Anti “Aseng” yang Menyesatkan”

Menolak Komunisme dengan Cara “Komunis”

Persis di awal Maret 2016 lalu, saya diminta menjadi salah satu nara sumber dalam dialog publik bertajuk: “Masihkah Komunisme Menjadi Ancaman di Indonesia: Mengukur Paham Komunis di Kampus-Kampus Islam.” Dialog tersebut digelar oleh salah satu organisasi kemahasiswaan Islam yang cukup eksis di Kota Medan, menamakan diri mereka HIMMAH (Himpunan Mahasiswa Al Washliyah).

Lanjutkan membaca “Menolak Komunisme dengan Cara “Komunis””